Yakin Puasa Di Bali ??

22.09 Wanita Bunga Matahari 2 Comments

Banyak yang mengira pulau Dewata Bali merupakan tempat bersenang-senang dengan konotasi negatif. Sehingga tak sedikit orang yang meragukan puasa saya ketika saya hendak menginjak pulau cantik itu lagi. Ternyata bukan hanya mereka, saya sendiri pun menjadi bimbang untuk bertaruh ibadah dengan segala cobaan yang akan ada.


Hidup damai berdampingan dengan pemeluk agama lain. Untukmu Agamamu, dan Untukkulah Agamaku (QS. Al-Kafirun : 6)

Namun setelah sehari dua hari saya di Bali, saya merasa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan puasa di Jakarta. Panasnya sama, macetnya sama, banyak pedagang makanan minuman, mudahnya kita melihat orang yang makan di pinggir jalan, hingga bar-bar yang tetap buka juga sama saja. Lalu apa bedanya ?

Memang puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tapi menjaga pandangan dan tingkah laku juga termasuk didalamnya. Sebaiknya bila yang berpuasa agar menghindari tempat-tempat keramaian di Bali seperti Kuta, karena di sana banyak sekali turis yang menggenakan pakaian seadanya. Mungkin karena saya sudah sering ke Bali, saya melihatnya biasa saja dan tidak berfikiran porno, jadi tidak terlalu menganggu, entah bagaimana Allah mengatur pahala puasa saya, Wallahu A’lam.

Selain itu berpergian di Bali membuat kita agak sulit dalam menjalankan solat 5 waktu karena seperti yang kalian ketahui, mayoritas agama di sana adalah Hindu, sehingga orang-orang seperti saya sering lupa waktu kalau tidak mendengar adzan. Sekalinya ingat, saya kebinggungan mencari tempat solatnya.

Bagi yang terbiasa buka puasa menggunakan takjil, jangan khawatir karena di Bali juga banyak yang menjual takjil seperti kolak, biji salak, gorengan dan es buah. Namun kebanyakan penjual takjil ada di daerah Denpasar karena banyaknya penduduk pendatang yang beragama Islam.


Takjilnya rapi banget....

Untuk sahurnya, saya harus mencari hidangan sahur sebelum saya tidur untuk antisipasi tidak adanya warung yang buka, jadi sedihnya saya makan sahur tidak pernah dengan makanan hangat :(. Namun lagi-lagi kalau di daerah Denpasar banyak warung makan yang buka di jam sahur.

Dibalik kekurangan puasa di Bali ada kelebihannya juga. Waktu di Bali lebih cepat 1 jam di banding Jakarta, sehingga puasa terasa lebih cepat hahaha. Masyarakat Bali yang beragama Hindu juga sangat menghormati puasa saya, namun terkadang ada beberapa pertanyaan dari mereka yang jarang sekali saya dengar, sehingga saya sering ketawa sendiri menjawabnya. Contohnya seperti ini :

Teman : Kenapa sih kamu kalau buka puasa harus makan nasi ?
Saya : Kan lapar habis puasa 14 jam hahaha

Teman : Kalau sahur juga harus dengan yang manis-manis ya ?
Saya : Kalau aku sih engga, itu cuma saat berbuka karena anjuran Rasul untuk berbuka dengan buah kurma, karena kurma itu manis jadi bisa mengganti dengan cepat glukosa darah yang telah turun, dan menjadikan tubuh segar lagi.

Teman : Kamu solat terus, memangnya harus berapa kali ?
Saya : Di Al-Quran diperintahkan dalam sehari untuk wajib solat 5 waktu.

Aku (Si Islam) bersama sahabatku (Si Hindu) namun kami saling sayang :))

Itulah sebagian pertanyaan yang saya ingat, seru sekali memiliki teman berbeda agama, kita bisa bertukar informasi yang membuat kita tidak menjadi orang yang “kaku”. Karena ilmu itu luas dan banyak sekali hal yang tidak kita dapat di bangku sekolah.

Semangat yaa buat yang puasa di Bali, karena godaan ada dari dalam diri kita sendiri bukan tempatnya ataupun orang lain :))

2 komentar :