PASUNG JIWA (apa itu kebebasan ?)
Untuk setiap nyala keberanian yang tersembunyi di balik ketakutan
Seluruh hidupku adalah perangkap.
Tubuhku adalah perangkap pertamaku. Lalu orang tuaku, lalu semua orang yang kukenal. Kemudian segala hal yang kuketahui, segala sesuatu yang kulakukan. Semua adalah jebakan-jebakan yang tertata di sepanjang hidupku. Semuanya mengurungku, mengungkungku, tembok-tembok tinggi yang menjadi perangkap sepanjang tiga puluh tahun usiaku.
“……….” Aku telah bebas. Sebab aku tak lagi takut. Sebab aku tak lagi menyerah dan berserah karena takut. Bukankah itu kebebasan sesungguhnya ?
Kalimat di atas adalah sepenggal tulisan yang terdapat di awal dan akhir novel karya Okky Madasary. Novel yang berjudul Pasung Jiwa merupakan novel yang menceritakan bagaimana manusia mencari kebebasan yang diartikan masing-masing oleh pemainnya.
Terbelenggu oleh tubuh dan pikiran, terbatasi oleh adat istiadat, keluarga, norma, agama, kekuasaan, sampai factor ekonomi menjadi jalan cerita dalam novel ini.
Novel ini memang tidak terlalu menjawab tentang bagaimana sebenarnya arti kebebasan yang ingin saya ketahui, karena memang arti kebebasan setiap manusia pasti berbeda. Namun novel ini banyak membuka pikiran saya yang terlalu awam tentang manusia yang memiliki cover baik dan cover jahat. Karena yang terlihat baik belum tentu baik, begitupun sebaliknya.
Di setiap novel yang bagus, pasti memiliki kalimat-kalimat bagus di dalamnya. Seperti Pasung jiwa yang juga memiliki kalimat yang menghidupkan hidup : “Aku lari buka karena ketakutan, tapi aku lari dari kesia-siaan”
Jadi, APA ITU KEBEBASAN ?

0 komentar :