Perjalanan Panjang Kerinduan : Darwis Tere Liye (Rindu)
Bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan ? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu ? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.
Novel karya Tere Liye yang lagi-lagi best seller memang patut diacungi jempol. Tidak hanya membuat pembaca merasa ikut di dalam cerita, tapi novel ini banyak sekali memberi pengetahuan tentang hal-hal yang kemungkinan kita sudah tahu namun terlupa begitu saja. Dengan adanya novel ini, kita dapat dengan mudah mengingat ilmu melalui sebuah cerita.
Cerita dimulai di penghujung tahun 1938 saat Indonesia masih dikuasai oleh Belanda. Saat itu masyarakat Indonesia akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci menggunakan kapal Blitar Holland selama 30 hari. Kapal tersebut merupakan salah satu kapal uap kargo terbesar di zaman itu. Kapal itu dibuat di Eropa tahun 1923 yang dimiliki oleh salah satu perusahaan raksasa logistik dan transportasi besar asal Belanda, Koninklijke Rotterdam. Sehingga dalam cerita banyak terselip bahasa Belanda yang bisa kita pelajari seperti Goede nacht yang artinya selamat malam dan Dank u well terima kasih.
Kapal berangkat dari pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan kemudian dilanjutkan menaiki penumpang di pelabuhan Surabaya, Semarang, Batavia, Lampung, Bengkulu, Padang, hingga Banda Aceh. Pada tahun itu teluk Makassar dalam kontrol penuh pemerintah kolonial. Mereka juga memiliki benteng terkenal yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan, namanya Fort Rotterdam.
Saya sangat menyukai sosok ulama masyhur kota Makassar, Ahmad Karaeng atau yang lebih akrab disapa gurutta. Dia masih keturunan Raja Gowa pertama yang memeluk Islam, Sultan Allaudin. Dalam darahnya mengalir darah raja paling terkenal di Sulawesi, Sultan Hasanuddin, yang adalah cucu Sultan Allaudin. Seperti yang kita ketahui, Sultan Hasanuddin merupakan panglima perang paling masyhur di wilayah timur. Kompeni menjulukinya De Haav van De Oesten, Ayam Jantan dari Timur. Yang kokok suaranya membangunkan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah dan mampu menggetarkan serdadu Belanda hingga Eropa.
Dalam cerita tersebut, Gurutta akan menjawab pertanyaan yang dibawa oleh beberapa penumpang kapal. Seperti Ambo Uleng yang merasa dirinya telah ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya, Daeng Andipati yang menyimpan rasa benci terhadap Ayahnya bertahun-tahun, Bonda Upe tentang masa lalunya yang memilukan, dan kekecewaan Mbah Kakung yang ditinggal selama-lamanya oleh istri tercinta saat dalam perjalanan haji itu.
Bukan hanya mereka, Gurutta juga memiliki masa lalu yang menyedihkan saat ditinggal mati oleh calon istrinya. Namun yang menyentuh saya, terdapat kalimat romantis gurutta saat meminta izin kepada orang tua calon istri yang akan dinikahinya.
Orang Tua : Apa yang bisa kau janjikan kepada anakku agar dia bahagia selama-lamanya ?
Gurutta : Bapak, aku memiliki cinta yang besar, hanya itu yang bisa kujanjikan. Dengan cinta itu akan kupastikan putri Bapak bahagia selama-lamanya.
Mungkin kalau jaman sekarang kalimat tersebut bisa dikatakan gombal, tapi percayalah, wanita memang suka digombalin, terlebih penyuka kalimat puitis seperti saya. Karena lelaki terlalu to the point menurut saya ga misterius hehehe.
Selain cerita kehidupan, kita juga bisa ikut merasakan saat kapal Blitar Holland di rapok oleh perampok kapal yang paling terkenal yakni perampok Somalia. Ceritanya hampir mirip dengan salah satu film favorit saya yang diperankan oleh Tom Hanks, Kapten Phillip.
- Doa adalah sumber kekuatan yang tidak terbayangkan.
- Meninggal di laut bersama kapal adalah kehormatan terbesar bagi seorang pelaut.
- Luka fisik dengan cepat sembuh, sedangkan pemahaman baik atas setiap kejadian akan selalu menetap.
- Mata air yang dangkal tetap saja bermanfaat jika jernih dan tulus, tetap segar airnya.
- Buku adalah sumber ilmu tiada ternilai, mengisi waktu kosong dengan membaca adalah pilihan baik.
- Cahaya pengetahuan selalu membuat seseorang terlihat lebih muda.
- Dalam banyak hal, diam justru membawa kebaikan.
- Barang siapa yang tulus menolong saudaranya, maka Allah akan menolong dirinya. Itu janji Tuhan yang pasti.
- Tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. Kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan ataupun karena harapan.
- Jika kau ingin menulis satu paragraf yang baik kau haus membaca satu buku. Maka jika didalam paragraf itu ada beratus-ratus paragraf, sebanyak itulah buku yang harus kau baca.
- Pujian "seperti masakan ibu” itu adalah kebanggan bagi para koki.
- Jangan pernah merusak diri sediri. Kita boleh jadi benci atas kehidupan ini. Boleh kecewa, boleh marah. Tapi ingatlah nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. Akan dia rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba dipelabuhan terakhir.
- Semakin keras kau berusaha lari, maka semakin kuat cengkramannya. Semakin kencang kau berteriak melawan, maka semakin kencang pula gemanya memantul, memantul dan memantul lagi memenuhi kepala.
- Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan ? dilupakan ? itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu, berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih berharga.
- Orang lain hanya melihat luar. Maka tidak relevan penilaian orang lain.
- Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
- Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain.
- Allah menjanjikan barang siapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.
- Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya, selalu takut atas azabnya.
- Selalulah berbuat baik, semoga besok lusa ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni.
- Berhenti lari dari kenyataan hidupmu. Berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan mulailah berbuat baik sebanyak mungkin.
- Kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri saat membenci orang lain.
- Keadilan Allah selalu mengambil bentuk terbaiknya, yang kita tidak selalu paham.
- Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati.
- Kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru.
- Kebahagiaan adalah obat terbaik.
- Agama kita diajarkan lewat penjelasan dan akal sehat. Bukan berarti tidak ada mukjijat dan keajaiban. Nabipun memiliki banyak mukjijat, tapi bagian terbesar dalam agama ini adalah memahami dengan akal pikiran. Tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.
- Setiap melihat matahari terbit, aku jatuh cinta mensyukuri hidupku. Setiap menatap matahari tenggelam, aku jatuh cinta, berterima kasih atas sepanjang hari, baik itu menyebalkan ataupun menyenangkan.
- Kematian adalah urusan yang tidak pernah bisa ditunda atau dimajukan.
- Hidup ini sesungguhnya adalah antrean panjang menunggu kematian.
- Amat terlarang bagi seorang muslim mendustakan takdir Allah.
- Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita.
- Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak.
- Minta tolonglah kepada sabar dan shalat.
- Perjalanan haji adalah perjalanan penuh kerinduan. Menunaikan perintah agama sekaligus mencoba memahami kehidupan lewat cara terbaiknya.
- Jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.
- Cinta yang baik selalu mengajari kau untuk menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama.
- Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukan dengan belajar.
- Menulis adalah salah satu cara terbaik menyebarkan pemahaman.
- Ketika kita bicara, hanya puluhan atau ratusan orang saja yang bisa mendengar. Kemudian hilang ditelan waktu. Tapi tulisan, buku-buku bisa dibaca oleh lebih banyak lagi.


0 komentar :