Darwis Tere Liye (Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah)

23.47 Wanita Bunga Matahari 0 Comments


Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah dibelahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.

Novel karya Darwis Tere Liye ini sudah sangat terkenal di media sosial dengan kalimat-kalimat bijaknya. Saya bukan salah satu dari mereka yang memposting kalimat itu, tapi langsung membacanya. Dari beberapa novel karya Tere Liye, saya tertarik dengan buku tebal yang berjumlah 507 halaman yang berjudul Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah.

Novel ini diangkat dari cerita kehidupan masyarakat di Kalimantan Barat, Indonesia. Yaitu di sebuah kota yang diambil dari nama hantu, sebuah kota garis khatulistiwa yang jejak mataharinya persis melintas diatasnya, kota Pontianak. Disana terdapat seorang pemuda yang sangat tangguh, baik hati dan sederhana bernama Borneo atau yang biasa disapa Borno. Kepintarannya tidak bisa membawanya ke perguruan tinggi karena masalah ekonomi, jadilah dia hanya sebagai pengemudi sepit atau yang biasa kita kenal pengemudi perahu di sungai Kapuas yang dijadikan jalur penyebrangan, karena sungai ini merupakan salah satu sumber mata pencaharian dari penduduk kota Pontianak.

Berliku-liku ujian yang dihadapi Borno sampai akhirnya dia bisa memiliki bengkel mobil dan melanjutkan pendidikannya diperguruan tinggi. Tidak hanya karier, kehidupan cinta Borno yang tidak pernah terungkap pun sama berlikunya. Ketika seorang wanita telah membuatnya jatuh cinta, ketika itulah wanita itu meninggalkannya. Mei, hanya bisa memberikan sepuncuk surat dalam angpau berwarna merah yang baru terbaca oleh Borno bertahun-tahun kemudian.

Surat yang berisi permintaan maaf atas kesalahan ibunya yang telah membuat keputusan meninggalnya ayah Borno dan telah membedah dada sang ayah untuk diberikan jantungnya kepada pasien gagal jantung agar ibu Mei bisa mendapatkan prestasi “Tinta Emas”.

Berbagai macam perasaan ada di dalam novel ini, begitu juga berbagai karakter yang semakin menghidupkan cerita dan emosi pembaca. Dan aku selalu terniang saat novel ini menceritakan seorang MC 17an agustus yang sedang menyapa penonton perlombaan dengan teriakan “Hadirin yang berbahagia maupun hadirin yang tidak berbahagia”. Kalau kalian tidak mengerti, aku tidak perduli, yang jelas ini sangat lucu. Begitu juga dengan kehadiran Pak Tua yang selalu memberikan petuah-petuah kehidupan, namun tetap menyisipkan lelucon di dalamnya.


  • Jika kalian berurusan dengan polisi lalu lintas atau satpam galak tanpa senyum, sapalah dia dengan menyebut namanya, bersahabat, maka urusan jadi gampang seketika.
  • Bahkan penjaga kakus juga pekerjaan yang mulia, sepanjang kau lakukan dengan tulus.
  • Jasmerah, Jangan Suka Melupakan Sejarah.
  • Ada banyak anak muda berpendidikan di negeri ini yang lebih senang menganggur dibandingkan bekerja seadanya. Gengsi, dipikirnya tidak pantas dengan ijazah yang dia punya. Itulah kenapa angka pengangguran kita tinggi sekali, padahal tanah dan air terbentang luas.
  • Imajinasi jauh lebih penting dibanding pengetahuan.
  • Kau bolak-balik saja hatimu. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika wajahmu tidak kusut lagi.
  • Orang paling bersyukur di dunia ini adalah orang yang selalu makan dengan tamunya.
  • Sebaliknya, orang yang paling tidak tahu untung adalah yang selalu saja mengeluhkan makanan di hadapannya.
  • Tidak ada yang lebih indah dibanding masa muda. Ketika kau bisa berlari secepat yang kau mau, bisa merasakan perasaan sedalam yang kau inginkan, tanpa perlu khawatir jadi masalah dan tanpa perlu takut terkena penyakit atas semua itu.
  • Sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri.
  • Selepas sebuah kesulitan pastilah datang kemudahan.
  • Hidup ini macam roda berputar, kadang di atas kadang di bawah. Kadang berjaya, kadang terhina.
  • Di dunia ini terkadang urusan yang dicari seringkali menjauh-jauh, sebaliknya, urusan yang dicari malah mendekat-dekat.
  • Jangan mengintervensi jalan cerita yang sudah digariskan Tuhan.
  • Kebutulan, takdir atau apalah menyebutnya itu bisa terjadi kapan saja jika Tuhan menghendaki.
  • Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan.
  • Jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal baik.
  • Bagi bayi, sakit adalah tahapan naik kelas. Bagi kita yang jelas tidak mengulum jempol lagi, sakit adalah proses pengampunan.
  • Bersabarlah, semoga Tuhan membalas dengan kabar hebat.
  • Habiskan masa-masa sulit kau dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan.
  • Membaca lebih baik daripada melamun menunggu.
  • Bagaimana mungkin selesai masalahnya kalau sedikit-sedikit dibuat pusing. Sedikit-sedikit dibuat kesal.
  • Setidaknya lebih tidak ada masa depan kalau kau menganggur.
  • Sepanjang kau punya rencana, jangan pernah berkecil hati.
  • Tidak enak rasanya hanya menerima. Tak lengkap jika tidak dipasangkan dengan memberi.
  • Hanya perlu bersabar, dan semua skenario baik itu tercipta sendiri.
  • Rasa sedih melihat teman baik menangis bisa berubah menjadi semangat menggebu tiada tara. Rasa pilu melihat teman baik teraniaya bahkan konon bisa mengubah seorang pengecut menjadi panglima perang.
  • Semboyan itu agar kita terus berfikir positif.
  • Langit selalu punya skenario terbaik.
  • Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri.
  • Berikanlah hadiah buku kepada seseorang yang amat kau hargai.
  • Seorang pekerja yang baik adalah ketika dia memberikan yang terbaik. Sukses akan datang dengan sendirinya.
All About Love :
  • Aku tidak akan merendahkan kehormatan wanita dengan memegang – megang tangannya.
  • Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam ditengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan dikejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang.
  • Cinta itu beda-beda tipis dengan musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.
  • Cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu.
  • Cinta sejati adalah perjalanan. Cinta sejati tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air laut akan menguap menjadi hujan, turun digunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan anak sungai perasaan, lantas menyatu menjadi kapuas. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta.
  • Cinta adalah perbuatan. Kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun rasa cinta. Tetapi kau tidak bisa mencintai tanpa selalu memberi.
  • Cinta adalah kebiasaan.
  • Kata lain dari pernikahan adalah komitmen.
  • Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.
  • Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan nasib, takdir atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan.
  • Cinta bukan kalimat gombal, cinta adalah komitmen tidak terbatas, untuk saling mendukung, untuk selalu ada, baik senang maupun duka.
  • Cinta selalu saja klise.
  • Sakit perasaan memang kadang bisa membuat badan ikut sakit. Sepi ditengah keramaian, dan sebaliknya ramai ditengah kesepian.
  • Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu.
  • Tidak ada yang mudah dalam cinta.
  • Kalau kau ingin mengambil hati seorang gadis, puji ibunya, urusanku akan lebih mudah.
  • Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru atau kau akan merusak jalan ceritanya.
  • Jadilah diri sendiri, jadilah pendengar yang baik, pusatkan perhatian pada dirinya, tunjukan betapa tertariknya kau padanya, tutup acara jalan-jalan dengan kalimat bahwa kau senang menghabiskan waktu bersamanya.
  • Jadilah pemuda yang gagah, patah hati itu soal biasa.
  • Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati.
  • Perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua.
  • Kalimat maaf, kalimat penjelasan bisa digantikan oleh kebersamaan setengah jam tanpa sama sekali perlu berkalimat-kalimat bicara.
  • Rasa senang, rasa sedih, itu semua hanya soal pengharapan.
  • Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri apa memang sesuka itu.
  • Berasumsi dengan perasaan sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu.
  • Cinta hanya segumpalan perasaan dalam hati.
  • Ketika menjauh secara perasaan tidak cukup, maka menjauh secara fisik adalah pilihan berikutnya.
  • Tidak ada kesalahan, kekeliruan, apalagi dosa dalam sebuah perasaan, bukan ?
  • Cinta bisa tumbuh, hanya butuh sedikit membuka hati.
  • Boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi.

0 komentar :