Si Penggiling Padi Menjemput Rezeki
Lama sekali saya tidak bertemu dengan satu alat penting untuk umat manusia yakni mesin penggiling padi. Sepertinya sudah 20 tahun yang lalu saya melihatnya itupun di kampung halaman ibu saya. Pernah juga sih lihat di pasar Jakarta, tapi kayanya sekarang sudah sangat jarang.
Belum lama saya mengunjungi nenek di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Sekitar pukul 10 pagi saya mendengar suara mobil dengan bunyi yang sangat berisik sekali, padahal halaman rumah nenek saya agak jauh dari jalanan tapi suaranya tetap terdengar nyaring hingga ke dalam. Saya mengira itu mobil pembuat jalan seperti buldozer, asphalt finisher atau yang lainnya.
Tak lama kemudian nenek saya memanggil pemilik mobil yang sudah dua kali melewati rumah nenek saya, karena penasaran saya pun mendekatinya. Oalaaahh ternyata mobil yang membawa mesin penggiling padi, keren yah jadi efisien gak perlu kita bawa-bawa gabah ke pabrik penggilingan padi, belum lagi nanti antrinya. Tapi coba deh lihat kondisinya, sangat membahayakan pengendaranya banget :(
Benar-benar seadanya
Bapak pekerja keras yang lupa saya tanya namanya ini merupakan pekerja penjual jasa menggiling padi dengan cara berkeliling ke desa-desa. Menurutnya, rejeki harus di jemput karena kalau tidak akan sepi pelanggan sebab terlalu banyak saingan, ungkap sang bapak dengan logat Jawa yang kental.
Hebatnya pekerjaan tersebut benar-benar dilakukannya sendiri tanpa bantuan temannya. Entah saya yang norak atau kurang pengalaman, harga jasa yang ditawarkannya yaitu 200 rupiah perkilo gram beras yang dihasilkan dari penggilingan tersebut ! miriiiissss seddiihhh :(
Masuk ke proses penggilingan pertama
Terakhir ditimbang untuk menentukan jasa yang harus dibayarkan
Hasilnya cuma 8 kg beras, 8 dikali 200 rupiah = Rp. 1600 !!! :(. Belum lagi dia harus isi bensin dan sewa mesin. Ya Allah gak kebayang berapa penghasilan yang didapat setiap harinya. Sehat terus ya pak, jangan berhenti ibadah, rukun-rukun sama keluarga. Semoga Allah melimpahkan rizki untuk bapak dan keluarga, Amin...











0 komentar :