Operasi Tumor Payudara di RS Permata Cibubur
Alhamdulillah ya Allah, puji syukur masih terus saya panjatkan hingga pagi ini, karena restu Allah hadir dalam operasi yang berjalan lancar kemarin. Terima kasih ya Allah karna sudah hampir 1 tahun saya belum diberi momongan, yang ternyata ada hidayah didalamnya.
1 atau mungkin 2 tahun yang lalu saya merasakan ada benjolan di kiri payudara, kemudian saya cari tahu apakah saya terkena kanker, tapi ternyata tanda-tandanya bukan kanker. Di ketiak saya tidak ada benjolan, puting saya tidak mengeluarkan cairan, benjolan dipayudara pun tidak terasa sakit. Saya lalu konsultasi ke ibu, namun kata ibu saya, mungkin saya hanya kelelahan, tapi beliau tetap menyuruh saya periksa ke dokter.
Berbulan- bulan saya diamkan karna saya sibuk dengan pekerjaan dan persiapan pernikahan. Hingga saya menyadari sepertinya benjolannya membesar (walaupun tidak kasat mata).
Setelah menikah, suami akhirnya memaksa saya untuk periksa ke dokter, lalu saya mencari tau dokter Bedah Onkologi (tumor) perempuan ada dimana. Setelah cari tau, dijakarta hanya ada 2, di RS Medistra dan RS Permata Cibubur. Akhirnya saya memilih yang dicibubur karena akses jalan lebih mudah dari rumah saya.
Pertama kalinya saya ke rumah sakit ini tanggal 23 Maret 2017. RS nya tidak terlalu besar namun pelayanan sangat ramah. Yang saya sangat suka, ada pemandangan ikan Koi yang dipelihara dengan cara yang unik, lalu juga ada banyak akuarium yang berisi karang, ikan nemo, dan sejenisnya, membuat mata gak bosan menunggu antrian.
Oh iya, sebelum ke RS ini, saya mendaftar via telepon terlebih dahulu, karena ternyata pasien Dr. Farida Briani SpBOnk banyak, namun jam pemeriksaan dibatasi. Dokter Farida hanya ada di hari selasa dan kamis. Sekedar info, RS ini hanya melayani pasien umum dan asuransi, tidak ada BPJS. Untuk dokternya sendiri, biayanya Rp. 400.000.
Setelah menunggu ga terlalu lama, akhirnya nama saya dipanggil. Saya langsung mengeluhkan benjolan yang ada di payudara saya, dan dengan segera payudara saya di raba, kemudian di screening oleh dokter Farida.
Ada beberapa hal yang dokter sampaikan:
1). Ternyata benar, ada benjolan sebesar 2.8 cm di sebelah kiri. Dan yang mengagetkan, ada juga yang disebelah kanan 1.8 cm.
2). Benjolan ini tergolong tumor jinak.
3). Jika ukuran lebih dari 2cm wajib diangkat karena dikhawatirkan menjadi ganas. Dan untuk yang 1.8 sebaiknya juga diangkat karna dekat sekali dengan puting, dikhawatirkan akan berbahaya jika nanti saya menyusui.
4). Tumor tersebut harus segera diangkat sebelum saya hamil, karena menurut dokter, jika hamil, pertumbuhan tumor akan semakin cepat karna faktor hormon.
Tapi sebelum tindakan operasi, saya diminta dokter untuk USG mammae agar terlihat lebih jelas berapa tumor yang ada di payudara saya. Waktu terbaik untuk USG adalah hari ke 7 sampai hari ke 14 menstruasi.
Saya mendaftar kembali via telepon untuk USG tanggal 13 April 2017 dengan biaya Rp. 500.000, kurang lebihnya hari ke 10 setelah saya menstruasi. Syukurnya dokter yang USG saya pun perempuan, namanya dokter Ratna. Hasil USG ternyata bertambah, di sebelah kiri saya masih ada 2 tumor lagi kecil-kecil selain yang kemarin.
Hasil USG Mammae
Setelah USG, saya langsung konsul ke dokter Farida. Dokter bilang yang kecil-kecil belum perlu diangkat, karena terlalu kecil takut merusak jaringan yang lain. Jadi yang besar dulu agar hasilnya diperiksa di patologi untuk memastikan tumor tersebut bahaya atau tidak dan lain sebagainya. Saya dan suami langsung meminta tindakan operasi di tanggal 20 April 2017. Dengan kamar kelas 3, dikenakan biaya 14 juta ++.
Saya bertanya ke dokter tentang hal yang baru. Saya mendengar ada artis yang baru saja meninggal akibat kanker payudara stadium 3B, padahal belum lama dia di vonis tumor jinak, kenapa cepat sekali menjadi kanker dan meninggal? Dokter menjawab dengan tegas: "Ga mungkin dia baru di vonis tumor jinak tau-tau sudah stadium 3B, pasti penyakitnya sudah lama dan dia diamkan saja, kalo 3b biasanya sudah membusuk,"
Pembicaraan yang menegangkan tapi menenangkan, Insyaallah baik-baik saja, saya harus berfikir positif. Toh belum lama pevita pearce juga sama seperti saya, dan sepertinya sekarang dia juga baik-baik saja.
Saya pulang dengan perasaan biasa saja, tapi suami terlihat sedih. Dia sangat khawatir dengan keadaan saya. Tapi alhamdulillah dia tetap menguatkan. Seminggu sebelum tindakan, saya seperti orang binggung. Perasaan cemas, khawatir, dan malu terus datang. Tapi karena begitu, saya jadi semangat beribadah. Alhamdulillah dhuha dan tahajud ikut lancar, membuat saya semakin tenang.
Tanggal 19 April 2017 malam saya sudah di RS. Pendaftaran ulang selesai, saya diminta rontgen dan ambil darah di lab. Setelah itu saya diantar ke kamar rawat inap. Paginya 20 April 2017 saya melakukan pemeriksaan Ektrokardiogram (EKG) lagi untuk mengetahui aktivitas jantung, hasilnya bagus, begitu juga dengan tensi saya. Suster juga binggung kenapa saya ga ada perasaan takut sebelum operasi :D
Tepat jam 09.30 saya masuk ruang operasi, ada Dr. Bambang selaku dokter anastesi, Dr. Farida selaku dokter bedah, dan beberapa suster sebagai asisten dokter. Belum 5 menit di ruang operasi, saya sudah terlelap.
Kurang lebih jam 11 siang sudah selesai operasinya, tapi saya belum bisa sadar. Hanya merasa dingin dan sakit yang teramat sangat. Tapi setelah diselimuti body heater, saya merasa sangat nyaman.
Ini dia tumor yang membandel selama ini :)
Sekitar jam 4 sore baru saya bisa membuka mata dan merespon dengan baik. Luka di payudara sebelah kiri lebih terasa sakitnya di bandingkan yang sebelah kanan, kepala pun masih sangat terasa pusing karna efek biusnya. Tapi alhamdulillah saya tidak kurang suatu apapun. Walaupun total biayanya jadi bengkak, yaitu Rp. 19.174.301. Dan alhamdulillah lagi biaya di cover asuransi Mega Health, jadi tinggal bayar cash Rp. 198.972. Thanks megaa...
Tepat tanggal 21 April 2017 di hari Kartini ini, saya sengaja menceritakan pengalaman berharga saya khusus untuk pembaca blog saya tercinta, karena We Share We Care. Saya ga ingin hal yang sama terjadi kepadamu. Kalaupun sudah terjadi, semoga pengalaman saya membantu menguatkan.
Menurut saya, hidup dijalankan saja. Diterima pahit manisnya. Jadikan sebuah penyakit sebagai kekuatan iman. Karena ikhlas dimulai dari menerima keadaan hidup. Tapi jangan lupa untuk jaga kesehatan dan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Jangan malu, jangan khawatir ya Kartini Muda...
After the rain, comes the rainbow.. :)
❤️ Btw, terima kasih yang sangat terkasih untuk suami tercinta. Alhamdulillah Allah mengirim kamu untukku.
Update: Setelah cek up di tanggal 27 April 2017, dokter menyatakan hasil patologi yaitu tumor jinak, alhamdulillah. Saya disarankan untuk cek up lagi 6 bulan ke depan, untuk melihat sisa 2 tumor kecil yang masih ada. Jika memang membesar, kata dokter akan di angkat lagi menggunakan tehnologi baru yang tidak memerlukan tindakan operasi. Tapi yaa semoga tidak membesar dan tidak menyisa, amin...
Update: Setelah cek up di tanggal 27 April 2017, dokter menyatakan hasil patologi yaitu tumor jinak, alhamdulillah. Saya disarankan untuk cek up lagi 6 bulan ke depan, untuk melihat sisa 2 tumor kecil yang masih ada. Jika memang membesar, kata dokter akan di angkat lagi menggunakan tehnologi baru yang tidak memerlukan tindakan operasi. Tapi yaa semoga tidak membesar dan tidak menyisa, amin...
3 komentar :