Si Penggiling Padi Menjemput Rezeki

20.59 Wanita Bunga Matahari 0 Comments

Lama sekali saya tidak bertemu dengan satu alat penting untuk umat manusia yakni mesin penggiling padi. Sepertinya sudah 20 tahun yang lalu saya melihatnya itupun di kampung halaman ibu saya. Pernah juga sih lihat di pasar Jakarta, tapi kayanya sekarang sudah sangat jarang.

Belum lama saya mengunjungi nenek di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Sekitar pukul 10 pagi saya mendengar suara mobil dengan bunyi yang sangat berisik sekali, padahal halaman rumah nenek saya agak jauh dari jalanan tapi suaranya tetap terdengar nyaring hingga ke dalam. Saya mengira itu mobil pembuat jalan seperti buldozer, asphalt finisher atau yang lainnya.

Tak lama kemudian nenek saya memanggil pemilik mobil yang sudah dua kali melewati rumah nenek saya, karena penasaran saya pun mendekatinya. Oalaaahh ternyata mobil yang membawa mesin penggiling padi, keren yah jadi efisien gak perlu kita bawa-bawa gabah ke pabrik penggilingan padi, belum lagi nanti antrinya. Tapi coba deh lihat kondisinya, sangat membahayakan pengendaranya banget :(

Mobil tua tanpa pintu

Tanpa kaca depan, kaca spion kiri, dan lampu.


Benar-benar seadanya

Bapak pekerja keras yang lupa saya tanya namanya ini merupakan pekerja penjual jasa menggiling padi dengan cara berkeliling ke desa-desa. Menurutnya, rejeki harus di jemput karena kalau tidak akan sepi pelanggan sebab terlalu banyak saingan, ungkap sang bapak dengan logat Jawa yang kental.

Hebatnya pekerjaan tersebut benar-benar dilakukannya sendiri tanpa bantuan temannya. Entah saya yang norak atau kurang pengalaman, harga jasa yang ditawarkannya yaitu 200 rupiah perkilo gram beras yang dihasilkan dari penggilingan tersebut ! miriiiissss seddiihhh :(


Gabah diangkut sendiri dari rumah nenek saya ke mobil


Ngeri banget seumuran beliau harus naik-naik ke mobil tua


Masuk ke proses penggilingan pertama

Hasilnya kulit gabah belum terkupas, jadi harus 2 kali menggiling

Saya kurang suka disini, sampah gabah dibuang begitu saja



Penggilingan ketiga atau yang terakhir



Hasil beras yang bersih, sebelah kiri kulit gabah yang bisa digunakan untuk pakan ayam



Terakhir ditimbang untuk menentukan jasa yang harus dibayarkan

Hasilnya cuma 8 kg beras, 8 dikali 200 rupiah = Rp. 1600 !!! :(. Belum lagi dia harus isi bensin dan sewa mesin. Ya Allah gak kebayang berapa penghasilan yang didapat setiap harinya. Sehat terus ya pak, jangan berhenti ibadah, rukun-rukun sama keluarga. Semoga Allah melimpahkan rizki untuk bapak dan keluarga, Amin...

0 komentar :

Yakin Puasa Di Bali ??

22.09 Wanita Bunga Matahari 2 Comments

Banyak yang mengira pulau Dewata Bali merupakan tempat bersenang-senang dengan konotasi negatif. Sehingga tak sedikit orang yang meragukan puasa saya ketika saya hendak menginjak pulau cantik itu lagi. Ternyata bukan hanya mereka, saya sendiri pun menjadi bimbang untuk bertaruh ibadah dengan segala cobaan yang akan ada.


Hidup damai berdampingan dengan pemeluk agama lain. Untukmu Agamamu, dan Untukkulah Agamaku (QS. Al-Kafirun : 6)

Namun setelah sehari dua hari saya di Bali, saya merasa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan puasa di Jakarta. Panasnya sama, macetnya sama, banyak pedagang makanan minuman, mudahnya kita melihat orang yang makan di pinggir jalan, hingga bar-bar yang tetap buka juga sama saja. Lalu apa bedanya ?

Memang puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tapi menjaga pandangan dan tingkah laku juga termasuk didalamnya. Sebaiknya bila yang berpuasa agar menghindari tempat-tempat keramaian di Bali seperti Kuta, karena di sana banyak sekali turis yang menggenakan pakaian seadanya. Mungkin karena saya sudah sering ke Bali, saya melihatnya biasa saja dan tidak berfikiran porno, jadi tidak terlalu menganggu, entah bagaimana Allah mengatur pahala puasa saya, Wallahu A’lam.

Selain itu berpergian di Bali membuat kita agak sulit dalam menjalankan solat 5 waktu karena seperti yang kalian ketahui, mayoritas agama di sana adalah Hindu, sehingga orang-orang seperti saya sering lupa waktu kalau tidak mendengar adzan. Sekalinya ingat, saya kebinggungan mencari tempat solatnya.

Bagi yang terbiasa buka puasa menggunakan takjil, jangan khawatir karena di Bali juga banyak yang menjual takjil seperti kolak, biji salak, gorengan dan es buah. Namun kebanyakan penjual takjil ada di daerah Denpasar karena banyaknya penduduk pendatang yang beragama Islam.


Takjilnya rapi banget....

Untuk sahurnya, saya harus mencari hidangan sahur sebelum saya tidur untuk antisipasi tidak adanya warung yang buka, jadi sedihnya saya makan sahur tidak pernah dengan makanan hangat :(. Namun lagi-lagi kalau di daerah Denpasar banyak warung makan yang buka di jam sahur.

Dibalik kekurangan puasa di Bali ada kelebihannya juga. Waktu di Bali lebih cepat 1 jam di banding Jakarta, sehingga puasa terasa lebih cepat hahaha. Masyarakat Bali yang beragama Hindu juga sangat menghormati puasa saya, namun terkadang ada beberapa pertanyaan dari mereka yang jarang sekali saya dengar, sehingga saya sering ketawa sendiri menjawabnya. Contohnya seperti ini :

Teman : Kenapa sih kamu kalau buka puasa harus makan nasi ?
Saya : Kan lapar habis puasa 14 jam hahaha

Teman : Kalau sahur juga harus dengan yang manis-manis ya ?
Saya : Kalau aku sih engga, itu cuma saat berbuka karena anjuran Rasul untuk berbuka dengan buah kurma, karena kurma itu manis jadi bisa mengganti dengan cepat glukosa darah yang telah turun, dan menjadikan tubuh segar lagi.

Teman : Kamu solat terus, memangnya harus berapa kali ?
Saya : Di Al-Quran diperintahkan dalam sehari untuk wajib solat 5 waktu.

Aku (Si Islam) bersama sahabatku (Si Hindu) namun kami saling sayang :))

Itulah sebagian pertanyaan yang saya ingat, seru sekali memiliki teman berbeda agama, kita bisa bertukar informasi yang membuat kita tidak menjadi orang yang “kaku”. Karena ilmu itu luas dan banyak sekali hal yang tidak kita dapat di bangku sekolah.

Semangat yaa buat yang puasa di Bali, karena godaan ada dari dalam diri kita sendiri bukan tempatnya ataupun orang lain :))

2 komentar :

Perjalanan Panjang Kerinduan : Darwis Tere Liye (Rindu)

08.38 Wanita Bunga Matahari 0 Comments


Bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan ? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu ? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.


Novel karya Tere Liye yang lagi-lagi best seller memang patut diacungi jempol. Tidak hanya membuat pembaca merasa ikut di dalam cerita, tapi novel ini banyak sekali memberi pengetahuan tentang hal-hal yang kemungkinan kita sudah tahu namun terlupa begitu saja. Dengan adanya novel ini, kita dapat dengan mudah mengingat ilmu melalui sebuah cerita.

Cerita dimulai di penghujung tahun 1938 saat Indonesia masih dikuasai oleh Belanda. Saat itu masyarakat Indonesia akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci menggunakan kapal Blitar Holland selama 30 hari. Kapal tersebut merupakan salah satu kapal uap kargo terbesar di zaman itu. Kapal itu dibuat di Eropa tahun 1923 yang dimiliki oleh salah satu perusahaan raksasa logistik dan transportasi besar asal Belanda, Koninklijke Rotterdam. Sehingga dalam cerita banyak terselip bahasa Belanda yang bisa kita pelajari seperti Goede nacht yang artinya selamat malam dan Dank u well terima kasih.

Kapal berangkat dari pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan kemudian dilanjutkan menaiki penumpang di pelabuhan Surabaya, Semarang, Batavia, Lampung, Bengkulu, Padang, hingga Banda Aceh. Pada tahun itu teluk Makassar dalam kontrol penuh pemerintah kolonial. Mereka juga memiliki benteng terkenal yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan, namanya Fort Rotterdam.

Saya sangat menyukai sosok ulama masyhur kota Makassar, Ahmad Karaeng atau yang lebih akrab disapa gurutta. Dia masih keturunan Raja Gowa pertama yang memeluk Islam, Sultan Allaudin. Dalam darahnya mengalir darah raja paling terkenal di Sulawesi, Sultan Hasanuddin, yang adalah cucu Sultan Allaudin. Seperti yang kita ketahui, Sultan Hasanuddin merupakan panglima perang paling masyhur di wilayah timur. Kompeni menjulukinya De Haav van De Oesten, Ayam Jantan dari Timur. Yang kokok suaranya membangunkan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah dan mampu menggetarkan serdadu Belanda hingga Eropa.

Dalam cerita tersebut, Gurutta akan menjawab pertanyaan yang dibawa oleh beberapa penumpang kapal. Seperti Ambo Uleng yang merasa dirinya telah ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya, Daeng Andipati yang menyimpan rasa benci terhadap Ayahnya bertahun-tahun, Bonda Upe tentang masa lalunya yang memilukan, dan kekecewaan Mbah Kakung yang ditinggal selama-lamanya oleh istri tercinta saat dalam perjalanan haji itu.

Bukan hanya mereka, Gurutta juga memiliki masa lalu yang menyedihkan saat ditinggal mati oleh calon istrinya. Namun yang menyentuh saya, terdapat kalimat romantis gurutta saat meminta izin kepada orang tua calon istri yang akan dinikahinya. 

Orang Tua : Apa yang bisa kau janjikan kepada anakku agar dia bahagia selama-lamanya ?
Gurutta : Bapak, aku memiliki cinta yang besar, hanya itu yang bisa kujanjikan. Dengan cinta itu akan kupastikan putri Bapak bahagia selama-lamanya.

Mungkin kalau jaman sekarang kalimat tersebut bisa dikatakan gombal, tapi percayalah, wanita memang suka digombalin, terlebih penyuka kalimat puitis seperti saya. Karena lelaki terlalu to the point menurut saya ga misterius hehehe.

Selain cerita kehidupan, kita juga bisa ikut merasakan saat kapal Blitar Holland di rapok oleh perampok kapal yang paling terkenal yakni perampok Somalia. Ceritanya hampir mirip dengan salah satu film favorit saya yang diperankan oleh Tom Hanks, Kapten Phillip.



Berikut catatan kutipan yang ada di dalam Novel Rindu :
  1. Doa adalah sumber kekuatan yang tidak terbayangkan.
  2. Meninggal di laut bersama kapal adalah kehormatan terbesar bagi seorang pelaut.
  3. Luka fisik dengan cepat sembuh, sedangkan pemahaman baik atas setiap kejadian akan selalu menetap.
  4. Mata air yang dangkal tetap saja bermanfaat jika jernih dan tulus, tetap segar airnya.
  5. Buku adalah sumber ilmu tiada ternilai, mengisi waktu kosong dengan membaca adalah pilihan baik.
  6. Cahaya pengetahuan selalu membuat seseorang terlihat lebih muda.
  7. Dalam banyak hal, diam justru membawa kebaikan.
  8. Barang siapa yang tulus menolong saudaranya, maka Allah akan menolong dirinya. Itu janji Tuhan yang pasti.
  9. Tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. Kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan ataupun karena harapan.
  10. Jika kau ingin menulis satu paragraf yang baik kau haus membaca satu buku. Maka jika didalam paragraf itu ada beratus-ratus paragraf, sebanyak itulah buku yang harus kau baca.
  11. Pujian "seperti masakan ibu” itu adalah kebanggan bagi para koki.
  12. Jangan pernah merusak diri sediri. Kita boleh jadi benci atas kehidupan ini. Boleh kecewa, boleh marah. Tapi ingatlah nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. Akan dia rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba dipelabuhan terakhir.
  13. Semakin keras kau berusaha lari, maka semakin kuat cengkramannya. Semakin kencang kau berteriak melawan, maka semakin kencang pula gemanya memantul, memantul dan memantul lagi memenuhi kepala.
  14. Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan ? dilupakan ? itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu, berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih berharga.
  15. Orang lain hanya melihat luar. Maka tidak relevan penilaian orang lain.
  16. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
  17. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain.
  18. Allah menjanjikan barang siapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.
  19. Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya, selalu takut atas azabnya.
  20. Selalulah berbuat baik, semoga besok lusa ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni.
  21. Berhenti lari dari kenyataan hidupmu. Berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan mulailah berbuat baik sebanyak mungkin.
  22. Kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri saat membenci orang lain.
  23. Keadilan Allah selalu mengambil bentuk terbaiknya, yang kita tidak selalu paham.
  24. Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati.
  25. Kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru.
  26. Kebahagiaan adalah obat terbaik.
  27. Agama kita diajarkan lewat penjelasan dan akal sehat. Bukan berarti tidak ada mukjijat dan keajaiban. Nabipun memiliki banyak mukjijat, tapi bagian terbesar dalam agama ini adalah memahami dengan akal pikiran. Tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.
  28. Setiap melihat matahari terbit, aku jatuh cinta mensyukuri hidupku. Setiap menatap matahari tenggelam, aku jatuh cinta, berterima kasih atas sepanjang hari, baik itu menyebalkan ataupun menyenangkan.
  29. Kematian adalah urusan yang tidak pernah bisa ditunda atau dimajukan.
  30. Hidup ini sesungguhnya adalah antrean panjang menunggu kematian.
  31. Amat terlarang bagi seorang muslim mendustakan takdir Allah.
  32. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita.
  33. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak.
  34. Minta tolonglah kepada sabar dan shalat.
  35. Perjalanan haji adalah perjalanan penuh kerinduan. Menunaikan perintah agama sekaligus mencoba memahami kehidupan lewat cara terbaiknya.
  36. Jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.
  37. Cinta yang baik selalu mengajari kau untuk menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama.
  38. Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukan dengan belajar.
  39. Menulis adalah salah satu cara terbaik menyebarkan pemahaman.
  40. Ketika kita bicara, hanya puluhan atau ratusan orang saja yang bisa mendengar. Kemudian hilang ditelan waktu. Tapi tulisan, buku-buku bisa dibaca oleh lebih banyak lagi.

0 komentar :